Putri Ular 2


Berita tentang kecantikan Putri Anggrainim tersebar ke berbagai pelosok negeri. Berita tersebut juga di dengar oleh seorang Pangeran yang memerintah di sebuah Kerajaan yang letaknya tidak jauh dari Kerajaan tempat Raja Siantar Damanik, ayahnya, memerintah.
Mendengar kabar tersebut, Pangeran yang tampan itu berniat melamarnya. Pangeran kemudian mengumpulkan para penasehat Kerajaan untuk memusyawarahkan keinginannya tersebut.

Keesokan harinya, tampak rombongan utusan Pangeran meninggalkan Istana menuju negri tempat tinggalnya. Sesampainya di sana, mereka di sambut & di jamu dengan baik oleh Raja Siantar Damanik. Usai perjamuan, utusan sang Pangeran pun menyampaikan maksud kedatangan mereka.

Usai berunding, utusan Pangeran berpamitan kepada Raja Siantar Damanik untuk kembali ke negri mereka. Setibanya di sana, mereka langsung melaporkan berita gembira itu pada Pangeran mereka, bahwa pinangan Pangeran di terima. Sang Pangeran sangat gembira mendengar berita itu.

Sementara itu, setelah para utusan Pangeran kembali ke negri mereka, Raja Siantar Damanik menemuinya & menyampaikan berita pinangan itu.

Menjelang hari pernikahannya, sebagaimana biasa, tiap pagi ia pergi mandi dengan di temani beberapa orang dayangnya di sebuah kolam yang berada di belakang Istana. Di pinggir kolam di siapkan sebuah batu besar untuk tempat duduknya. Usai berganti pakaian, ia segera masuk ke dalam kolam, berendam sejenak untuk menyejukkan sekujur tubuhnya.

Setelah beberapa saat berendam, ia duduk di atas batu di tepi kolam. Sambil menjuntaikan kakinya ke dalam air, ia membayangkan betapa bahagianya saat pernikahan nanti, duduk bersanding di pelaminan bersama sang suami, seorang Pangeran yang gagah & tampan.
Di tengah keasyikannya mengkhayal & menikmati kesejukan air kolam itu, tiba - tiba angin bertiup kencang. Tanpa di duga, sebuah ranting pohon yang sudah kering mendadak jatuh tepat mengenai ujung hidungnya.

Dalam sekejap, tangannya penuh dengan darah. Sambil menahan rasa sakit, ia menyuruh dayangnya untuk di ambilkan cermin. Betapa terkejut & kecewanya ia saat melihat wajahnya di cermin. Hidungnya yang semula mancung itu tiba - tiba menjadi sompel karna tertimpa ranting pohon yang ujungnya tajam. Kini wajahnya tidak cantik lagi seperti semula. Ia sangat sedih & air matanya pun bercucuran keluar dari kelopak matanya.

Ia sangat tertekan. Pikiran buruk terus berkecamuk di kepalanya. Hatinya pun semakin bingung. Ia tidak ingin membuat malu & kecewa ke - 2 orangtuanya. Namun, ia tidak mampu mengatasi permasalahan yang sedang di hadapinya. Ia tidak dapat berbuat apa - apa lagi, selain menyesali nasibnya yang malang itu.

Ia pun jadi putus asa.

Baru saja doa tentang keinginannya untuk di hukum karna telah membuat malu orangtuanya terucap dari mulutnya, tiba - tiba petir menyambar sebagai tanda doanya di dengar oleh Tuhan. Beberapa saat kemudian, tubuhnya mengalami perubahan yang sangat mengejutkan. Kakinya yang putih mulus tiba - tiba mengeluarkan sisik. Sisik tersebut semakin merambat ke atas. Dayangnya pun tersentak kaget saat melihat peristiwa itu. Ketika sisik itu mencapai dada, ia segera memerintahkan seorang dayangnya untuk memberi tahu orangtuanya di dalam Istana.

Setelah mendengar laporan itu, orangtuanya segera menuju ke kolam pemandian. Sesampainya di tempat itu, mereka sudah tidak melihat tubuhnya. Yang tampak hanya seekor ular besar yang bergelung di atas batu yang biasa di pakainya untuk duduk.

Ular itu hanya bisa menggerakkan kepala & menjulurkan lidahnya dengan tatapan mata yang sayu. Ia seakan hendak berbicara, namun tak satu kata pun yang terucap dari mulutnya.

Meskipun ibunya sudah berteriak memanggilnya, namun ular itu tetap saja tidak bisa berkata apa - apa. Tak lama kemudian, ular besar penjelmaannya pergi meninggalkan mereka & masuk ke dalam semak belukar. Orangtua beserta dayangnya tidak bisa berbuat apa - apa. Mereka sangat sedih & menangis atas nasib malang yang menimpa sang putrinya.

Sumber : https://dongengkakrico.wordpress.com/cerita/legenda-cerita-rakyat-putri-ular-dari-simalungun/

0 Response to "Putri Ular 2"

Posting Komentar