Putri Ular 1


Putri Anggrainim adalah Putri kesayangan Raja Siantar Damanik. Nama lainnya adalah Sorma. Ia adalah seorang yang patuh pada orangtuanya, santun & cantik pula. Di masanya itu, ia adalah Putri yang paling cantik, kulitnya sangatlah putih. Saking putihnya, ketika ia sedang memakan sirih maka merahnya sirih itu dapat terlihat di tenggorokannya saat ia menelannya.

Kebiasaan yang sering dilakukan olehnya adalah luluran di tepi sungai. Sungainya sampai sekarang masih kita kenal dengan nama sungai Bah Bolon. Ia sangat senang berlulur & bermain air di tepi sungai.

Suatu hari, ayahnya ingin menjodohkannya dengan beberapa pangeran. Jadi, di gelarlah sayembara untuknya. Ada 3 Pangeran tampan yang saat itu mengikuti sayembara & ke - 3 Pangeran berusaha merebut hatinya dengan cara manortor dengannya. Ia menolak ke - 3 Pangeran tampan itu tanpa sebab.

Setelah acara sayembara itu selesai pada malam harinya, entah mengapa ia berpamitan pada ayahnya untuk berlulur seorang diri ke sungai. Tentu saja ayahnya kaget & tidak mengijinkannya pergi sendiri, tapi ia tidak ingin di kawal oleh prajurit. Akhirnya ayahnya mengutus 2 orang pembantu ayahnya untuk menemaninya & ia pun pergi ke sungai. Ia kemudian duduk di batu tempat biasa ia berlulur & bermain air.

Angin tiba — tiba berhembus sangat kencang. Ia tidak menghiraukannya. Ia terus saja bermain air & tiba - tiba terdengar suara gaduh dari atasnya. Ia pun melihat ke atasnya & ternyata suara itu berasal dari ranting pohon yang patah. Ranting itu pun jatuh mengenai wajahnya yang melihat ke atas. Seketika wajahnya, tepatnya bagian hidungnya, terluka. Ia kesakitan & menutup wajahnya seraya menangis.

2 Pembantu ayahnya terus membujuknya untuk pulang agar di obati tabib tapi ia tidak juga mau untuk pulang. Ia berpindah duduk dari tepi sungai, masuk ke dalam sebuah gua yang berada tidak jauh dari situ. Salah satu pembantu itu pun berlari pulang untuk memberitahukan kejadian itu pada ayahnya. Ayahnya seketika kaget & bergegas ke tempatnya dengan seorang tabib yang paling hebat saat itu serta pengawal ayahnya. Setelah sampai di tempatnya berada, ayahnya pun membujuknya untuk pulang tapi ia tidak mau juga. Tabib yang di bawa juga tidak bisa menghilangkan luka yang ada di wajahnya. Ia pun akhirnya pasrah & mengatakan pada ayahnya dengan lembut agar mengijinkan dirinya untuk tinggal di gua itu. Pada awalnya, ayahnya merasa berat tapi akhirnya ayahnya pasrah. Ayahnya mengutus 2 pengawal lagi untuk mengawalnya selama berada di gua.

Hari terus berganti hingga suatu hari salah satu pembantu dengan tergesa berlari pulang. Sesampainya di Kerajaan, pembantu itu memberitahukan pada ayahnya kalau ia telah berubah menjadi seekor ular yang besar. Seketika ayahnya kaget & pergilah mereka ke tempatnya. Di situ ia di obati dengan seorang tabib tapi sia - sia saja. Setelah lama tabib tidak bisa juga mengobatinya, ia pun berkata pada ayahnya untuk mengikhlaskan dirinya. Ia berpamitan pada ayahnya untuk tinggal di situ & tidak akan pernah kembali pulang. Karna ia tidak bisa manortor, ia hanya meliukkan badannya sebagai tanda hormat & berpamitan. Seketika ia masuk ke dalam gua perlahan - lahan & menghilang dalam sekejap.

Ia di kutuk menjadi ular karna kesombongannya atas kecantikannya itu walaupun menurut sumber lain, ia jatuh cinta pada Pangeran siluman ular penunggu gua itu.

Sekarang, salah satu aliran sungai yang ada di Siantar ini di sebut Bah Sorma yang berarti aliran air yang biasa di lewati Putri Anggrainim.

Sumber : http://www.misteripenampakan.ga/2015/03/putri-ular.html

0 Response to "Putri Ular 1"

Posting Komentar