Mengunjungi Prasada Vajrasana Manjusrigrha



“Candi ? apa yang menarik dari jalan-jalan ke candi ? Ahh .. kita hanya akan melihat batu, batu dan batu”, kata sebagian orang. Menurutku jalan-jalan atau jelajah ke candi itu menyenangkan, tapi kalau kita tahu bagaimana cara menikmatinya. Nah, cara menikmatinya itu bisa dengan berburu foto, mengamati relief atau arsitektur candi, mempelajari sejarahnya sambil bertanya-tanya dan masih banyak lagi. Banyak hal yang bisa kita gali disini.
Candi merupakan replika alam semesta yang digambarkan terdiri dari sebuah benua pusat dan gunung meru yang dikelilingi tujuh samudera dan tujuh rangkaian pegunungan. Benua pusat dan gunung meru dilambangkan dengan candi induk. Tujuh samudera dilambangkan oleh pagar candi induk, halaman-halaman candi induk dan candi perwara. Sedangkan tujuh pegunungan dilambangkan oleh candi-candi perwara.
Hari itu, kutapakkan kaki di sebuah candi. Candi yang berlokasi tidak jauh dari candi Prambanan. Lebih tepatnya terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Candi Sewu, ya inilah candi sewu. Sempat terlintas pertanyaan, “kenapa candi ini dinamakan candi Sewu ? apakah jumlahnya “sewu” ?”. Meskipun sebenarnya memiliki 249 candi, oleh masyarakat setempat candi ini dinamakan candi Sewu yang berarti seribu dalam bahasa Jawa. Penamaan tersebut menunjukkan bahwa candi yang tergabung dalam gugusan candi Sewu itu jumlahnya cukup banyak, walaupun tidak sampai seribu.
Sempat mengobrol dengan warga sekitar,
“Candi Sewu jumlahnya banyak ya bu”
“Banyak, tapi tidak sampai seribu. Orang jaman dulu itu kalau menyebut sesuatu yang banyak pasti disebut seribu, karena saking banyaknya.
***





Semilir angin berhembus, seakan menambah kenyamananku menikmati suasana di candi Sewu. Suasana saat itu cukup sepi, tapi justru membuatku betah untuk berjelajah mengelilingi kompleks candi Sewu sambari memotret beberapa bagian dari tempat ini. Tidak terasa, ternyata sudah berjam-jam kuhabiskan waktu di candi ini. Apa karena saya terlalu betah atau mungkin karena capek menempuh perjalanan dari Solo ke candi ini terus keasikan singgah disini .. haha. Bukan, faktanya memang tempat ini membuat saya nyaman. Banyak pohon rindang disekitar komplek candi Sewu.
 


Berdasarkan sumber (baca : ketika batu itu berbicara), prasasti berangka tahun 714 Saka atau 792 Masehi telah ditemukan di kompleks candi Sewu. Prasasti tersebut dikaitkan dengan pendirian candi Sewu oleh Sri Maharaja Rakai Panangkaran. Prasasti ini kemudian dikenal dengan sebutan Prasasti Manjusrigrha sebab isinya juga menyebutkan tentang pendiriran bangunan suci untuk Manjusri yaitu salah satu dewa dalam pantheon agama Budha.
 Candi Sewu atau Manjusrighra merupakan candi Budha yang dibangun pada abad ke-8. Candi Sewu berjarak tidak jauh dari candi Prambanan, sekitar 800 meter di sebelah utara candi Prambanan. Candi sewu adalah kompleks candi Budha terbesar kedua setelah candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi ini berumur lebih tua daripada candi Borobudur dan Prambanan. Kompleks candi Sewu terdiri dari 249 candi yaitu 1 candi induk, 4 pasang candi apit dan 240 candi Perwara. Candi induk berada di tengah dan dikelilingi candi apit dan candi perwara. Selain itu terdapat 4 pasang patung Dwarapala yang berada di keempat sisi pintu masuk halaman kedua.

Terletak pada halaman pertama, candi induk terdiri dari 9 struktur untuk mendukung 1 bilik utama dan 4 penampil. Keempat penampil mewakili empat arah yaitu timur, barat, utara dan selatan. Ciri bangunan ini sangat berbeda dengan candi Prambanan dimana candi terdiri dari satu struktur. Fakta tersebut menunjukkan bahwa candi Sewu mempunyai arsitektur yang sangat unik. Coba saja amati dan perhatikan dengan baik-baik, keunikan candi ini akan terlihat.
Untuk dapat sampai ke candi Sewu, pengunjung dari jalan raya Solo-Jogja sebelum candi Prambanan ada pertigaan belok kekanan, ikuti saja jalan aspal ke utara kira-kira 500 meter. Kita bisa jadikan pagar candi Prambanan sebagai patokannya, kemudian pada perempatan pertama belok kiri. Nah, candi Sewu berada di belakang atau utara candi Prambanan. Kita hanya perlu membayar sukarela saja untuk dapat memasuki kompleks candi Sewu. Jalan raya solojogja km 16

Fasilitas umum di candi Sewu cukup lengkap, ada kamar mandi di bagian dalam kompleks, tempat parkir luas, mushola tersedia, ada tepat makan juga di depan kompleks candi. Jelajah candi tidak membutuhkan biaya yang mahal, banyak manfaat yang dapat kita peroleh. Bagi pecinta sejarah, tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi. Mari senantiasa mengunjungi warisan leluhur kita dalam upaya melestarikan cagar budaya khususnya Jawa Tengah J.

0 Response to " "

Posting Komentar